skip to Main Content
Neliti website       This is an archived version of the old Neliti website. For the new website, please visit www.neliti.com

Topeng monyet: kesenian tradisional Indonesia atau kekejaman terhadap hewan?

Kalau dibesarkan di Indonesia, Anda pasti teringat pertunjukan topeng monyet dengan senyum di wajah serta pikiran ceria di kepala. Topeng monyet merupakan sebuah kesenian tradisional di Indonesia, di mana seorang pawang melatih monyet jenis Macaca Fascicularis untuk melakukan berbagai aktivitas yang meniru tingkah laku manusia. Misalnya, monyet itu mengenakan pakaian manusia, berdansa, mengemudi sepeda, dan yang paling mengherankan, merokok kretek. Monyetnya diikat dengan rantai dileher, dan tangan pawang monyet bermain gendang atau gamelan, sambil tangan yang lain memegang tali pengikat monyet. Para penonton melihat miniatur sirkus ini sebagai hal yang lucu dan tertawa sambil menyodorkan selembar rupiah yang diminta-minta oleh monyet. Tetapi ada satu hal yang tidak mereka ketahui, yaitu proses penyiksaan yang terjadi sebelum kera tersebut menjadi bintang pertunjukan topeng monyet. Tujuan dari laporan ini adalah untuk mengupas kisah nyata di balik topeng monyet, dan memahami perasaan orang Indonesia terhadap kekejaman hewan ini serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Data diperoleh melalui wawancara dengan orang Indonesia dan tinjauan pustaka, termasuk artikel dari koran dan penelitian dari LSM dan organisasi lain.

Download Full Text
This Post Has One Comment
  1. Mendengar fenomena topeng monyet bukan hanya terjadi di Jakarta, tetapi di kampung saya di Sumbawa NTB juga pernah saya lihat pertunjukan topeng monyet ini. Saat melihat dari kejauhan, kita merasa tertarik utk menontonnya. Dia bisa menirukan tingkah manusia. Tapi sebenarnya memang ada sesuatu yg luput dari penglihatan mata. Mata hanya bisa melihat pertunjukan. Tetapi di samping itu ada rasa prihatin terhadap hewan tsb. Ketika saya melihat lehernya yg dirantai, ada rasa kasihan. Dia menjadi kehilangan kebebasan. Dia harus mengikuti perintah bos atau pemilik topeng monyet utk menghibur orang-orang. Sebenarnya kalau diteliti, mungkin hewan juga memiliki sisi psikologis, dan dapat mengalami gangguan psikologis sama halnya dengan manusia.
    Mohon ditanggapi ya, kalau pendapat saya kurang tepat. Terima Kasih

Leave a Reply

Back To Top